Netpreneur

Ada 8 Gerhana di Jaman Nabi, tapi Hanya 2 Kali Shalat Gerhana. Kenapa?

Melihat gerhana matahari

Dua shalat gerhana saat gerhana bulan 20 November 625 dan gerhana matahari 27 Januari 632 adalah contoh shalat gerhana yang menjadi rujukan syariat. Sedangkan tata cara pelaksanaannya bisa dipelajari dari hadits-hadits.

by: Tooyul Corp

Gerhana Matahari Total (GMT) terjadi dan bisa disaksikan di sejumlah wilayah Nusantara, Rabu, (9/3/2016). Kaum muslimin khususnya di Indonesia sebagian menyambutnya dengan melaksanakan sholat gerhana di masjid-masjid.

Sholat gerhana, kusuf (sholat gerhana matahari) maupun khusuf (sholat gerhana bulan) tentu saja mengacu pada sholat yang dilaksanakan Rasululloh Saw. Tahukah Anda berapa kali terjadi gerhana di masa nabi? Dan berapa kali Nabi Muhammad melakukan sholat gerhana semasa hidupnya?

Menurut Ahmad Izzuddin, Ketua Asosiasi Dosen Falak Indonesia, mengutip sejumlah riwayat diterangkan bahwa selama nabi diangkat menjadi rasul sudah terjadi tiga kali gerhana matahari dan lima kali gerhana bulan, total ada 8 kejadian gerhana. Tetapi semasa hidup Nabi hanya melakukan satu kali sholat gerhana bulan dan satu kali gerhana matahari. Mengapa hanya dua kali melaksanakan sholat gerhana semasa hidup beliau?

Dosen UIN Walisongo Semarang itu selanjutnya mengatakan, sholat gerhana sendiri pertama kali disyariatkan pada saat gerhana bulan 20 November 625. “Saat itu tepat terjadi gerhana bulan paska 6 tahun 2 bulan peritiwa Isra Mi’raj,” katanya dikutip Viva.

Dua kali sholat gerhana yang dikerjakan Nabi, pertama pada saat gerhana bulan 20 November 625, dan terakhir saat gerhana matahari 27 Januari 632. Saat itu jalur gerhana melewati sejumlah negara di antaranya, Afrika, Arab Selatan, India, dan Asia Tengah.

>  Akhirnya Saya Memutuskan untuk Bergerak Kembali ke Desa

Perhitungan astronomi dalam kurun waktu (622M–632M) disyariatkannya sholat gerhana hingga Nabi wafat, masih ada dua gerhana matahari dan empat gerhana bulan lain yang sebenarnya terjadi. Namun, Nabi tidak melaksanakan sholat gerhana. Sebenarnya masih ada gerhana lain, namun menurut perkiraan astronomi pun tidak akan terlihat kasat mata.

Ada sejumlah alasan kenapa nabi tidak menjalankan sholat gerhana dari sejumlah gerhana yang pernah dialami Rasululloh Saw. semasa hidupnya.

1. Gerhana bulan, 17 Mei 626

Gerhana bulan terjadi di waktu subuh yang terjadi pada 17 Mei 626. Gerhana itu terjadi hanya parsial (sebagian) menjelang waktu subuh hingga subuh berakhir. Bahkan ketika bulan tenggelam masih dalam keadaan gerhana. Belum lagi, waktu gerhana ini sangat luas dengan waktu tenggelamnya sekitar 2 jam.

“Waktu tersebut merupakan waktu di mana kaum muslimin lebih banyak di rumah atau masjid untuk melakukan qiyamul lail. Bahkan umat biasanya masih melakukan dzikir setelah subuh. Sehingga fenomena ini terabaikan,” kata Izzuddin.

2. Gerhana matahari, 21 April 627

Saat itu terjadi gerhana parsial durasi 32 menit 4 detik. Alasan Nabi tidak melakukan sholat gerhana saat fenomena ini karena persentasi piringan matahari yang tertutup bulan hanya 2 persen.

“Kemungkinan besar tidak bisa dilihat dengan mata telanjang, oleh karena itu Nabi tidak melakukan sholat gerhana,” ujarnya.

>  Mau Sukses Bisnis di Bulan Ramadan? Dukunglah Kaum Muslimin Tingkatkan Ibadah

3. Gerhana bulan di senja hari, 25 Maret 628.

Gerhana bulan sebagian ini terjadi dalam durasi 2 jam 7 menit 1 detik. Meski besar gerhana saat itu sudah 31 persen, namun waktunya terjadi saat maghrib tiba, di mana umat muslim tengah menjalankan Sholat Maghrib di masjid.

4. Gerhana matahari mini, 3 Oktober 628.

Durasi gerhana 59 menit 46 detik. Nabi sendiri tidak menjalankan sholat gerhana, karena gerhana ini tidak dapat dilihat dengan mata telanjang sebab piringan matahari yang tertutup hanya 12 persen.

“Awal gerhana saat itu terjadi sebelum matahari terbit dilihat dari Madinah. Sehingga saat terbit, matahari sudah dalam keadaan gerhana. Lalu beberapa saat gerhana sudah berakhir. Jadi mustahil dapat disadari,” kata dosen UIN Walisongo Semarang itu.

5. Gerhana bulan di akhir musim dingin, 15 Maret 629.

Gerhana itu merupakan gerhana bulan total yang terjadi selama 1 jam 40 menit 31 detik. Namun karena terjadi pada Maret di mana menjadi waktu mulai berakhirnya musim dingin, aktivitas masyarakat Arab kala itu masih rendah.

“Di samping itu sisa-sisa mendung kemungkinan masih banyak, sehingga bulan yang sedang gerhana luput dari perhatian masyarakat Madinah,” katanya.

6. Gerhana bulan sebagian di senja hari, 4 Maret 630

Durasi gerhana ini mencapai 2 jam 42 menit 47 detik dengan besar gerhana 68 persen saat waktu Maghrib. Tapi, Nabi tidak menjalankan sholat gerhana karena kemungkinan awal gerhana terjadi sebelum bulan terbit. Sehingga saat terbit bulan sudah dalam keadaan gerhana. Lalu 23 menit setelah matahari terbenam (waktu Maghrib) gerhana sudah berakhir. Gerhana ini mungkin juga tidak tersadari oleh masyarakat Madinah saat itu.

>  Akhirnya Saya Memutuskan untuk Bergerak Kembali ke Desa

Dua sholat gerhana saat gerhana bulan 20 November 625 dan gerhana matahari 27 Januari 632 adalah contoh pelaksanaan sholat gerhana yang menjadi rujukan syariat sholat gerhana jaman sekarang. Mengenai tata cara pelaksanaannya bisa dipelajari dari hadits-hadits.

(Dirangkum dari berbagai sumber)

Blog pribadi Udex Mundzir, catatan pribadi sebagai wiraswarta yang hidup di kampung.

Berbagi informasi peluang bisnis di internet, penulisan, dan belajar Bahasa Indonesia sehari-hari.

Copyright © 2017 Tooyul, inc

To Top