BlogScout

Cara Menulis Artikel yang Disukai Pembaca dan Mesin Pencari

artikel yang disukai pembaca dan mesin pencari

Tulisan artikel hasrusnya dibuat secara natural dan sebaiknya tidak mengcopy artikel orang lain. Kecuali artikel yang kata-katanya boleh atau wajib di-copas.

by: Blogscout

Artikel yang baik mudah ditemukan di mesin pencari dan enak dibaca. Buatlah artikel yang disukai pembaca dan mesin pencari. Setelah ditemukan pun, pembaca menikmatinya sampai kesimpulan artikel kita. Biasanya, para penulis jaman google seperti sekarang menulis dengan membidik kata kunci.

Tulisan artikel perlu dibuat secara natural dan sebaiknya tidak mengcopy artikel orang lain. Kecuali artikel yang kata-katanya boleh atau wajib di-copas. Targetnya, tulisan harus terbaca enak oleh pembaca. Kemudian artikel dioptimasi dengan Search Engine Optimization (SEO).

Artikel yang disukai pembaca dan mesin pencari

Abaikan dulu SEO, kita harus menulis artikel secara natural. Artikel yang ditulis secara natural akan enak dibaca. Boleh saja, Anda ‘copas’ ide dari tulisan lain sebagai rujukan. Tapi Anda harus mengubahnya sampai menjadi ide baru dengan bahasa Anda sendiri. Setelah selesai baru optimasi format artikel sesuai keinginan (algoritma) search engineatau mesin pencari.

Tentukan kata kunci atau keyword tepat

Kata kunci yang tepat adalah serangkan kata-kata (frase) yang banyak dicari dan masih jarang ditulis. Lakukan riset untuk menentukan keyword yang tepat. Banyak penulis yang menggunakan kata kunci panjang atau dikenal dengan long tail keyword untuk mengoptimalkan kualitas artikelnya.

Kata kunci utama bisa dikembangkan menjadi kata kunci turunan agar bervariasi dan tidak monoton

Judul artikel yang menarik dan mengandung keyword

Judul artikel harus menarik agar disukai pembaca. Membuat judul harus dilakukan secara natural agar tidak terlalu mirip dengan judul artikel orang lain. Judul harus memuat keyword utama yang ditentukan.

Begitulah konsep sederhananya menulis artikel yang disukai pembaca dan mesin pencari.

Membuat slug URL sesuai keyword

Slug URL atau alamat artikel dalam website sebaiknya dibuat manual. Secara default CMS seperti WordPress membuat URL sesuai judul yang diketik. Agar tidak terlalu panjang, edit saja secara manual.

Usahakan persis dengan kata kunci yang kita tentukan agar artikel disukai pembaca dan mesin pencari.

Paragraf pertama memuat keyword utama

Lugas, jelas, kalimat pendek, mudah dipahami dan to the point. Itulah yang harus diterapkan di paragraf pertama. Terapkan keyword utama, kalau bisa di kalimat pertama.

Baca >  Instrumen Lagu Kebangsaan Indonesia Raya 3 Stanza

Paragraf pertama tidak terlalu panjang, buat saja 2-4 kalimat pendek yang membuat pembaca seakan-akan menemukan hal baru.

Coba variasikan suggest keyword di paragraf kedua

Paragraf kedua dan paragraf berikutnya boleh menerapkan kata kunci turunan atau suggest keyword. Pelajari lebih jauh tentang penerapan keyword: main keyword, suggest keyword, dan long tail keyword.

Usahakan, paragraf kedua menyajikan sesuatu yang unik, fakta baru, dan buat pembaca penasaran. Ajak pembaca untuk terus membaca.

Buat sub-judul, format H2 dan ada keyword utama

Perhatikan kalimat Artikel yang disukai pembaca dan mesin pencari! Tulisannya nampak lebih besar diformat dengan H2. Kebetulan, semua kata yang ada di kalimat itu dibidik sebagai kata kunci.

Kita bisa membuat kata-kata yang berbeda asal keyword utama persis terkandung di dalamnya. Begitulah cara membuat artikel yang disukai pembaca dan mesin pencari.

Buat paragraf jeda setelah sub-judul format H2

Saya membuatnya dengan kalimat ini.

Abaikan dulu SEO, ….

Paragraf ini tidak penting dalam SEO, tapi dibutuhkan secara estetika. Demi kenyamanan pembaca paragraf itu dibuat. Makanya jangan tanggung, buatlah dengan kalimat-kalimat natural yang bermanfaat.

Terapkan pointer untuk memudahkan pembaca

Pointer-pointer menjadi sub judul yang diformat H3 memudahkan proses membaca. Pembaca suka karena dipermudah menemukan apa yang dicari. Terapkan pointer ini sebagai sub-judul dengan main keyword atau suggest keyword, bebas. Lalu buat ulasan beberapa kalimat dalam format paragraf.

Jika ada ulasan skuen, tahap-tahap, atau langkah-langkah sebaiknya dibuat penomoran (numbering). Contohnya..:

  1. Langkah nomor satu..
  2. Langkah nomor dua..
  3. Langkah terakhir, nomor tiga.

Sub-judul kesimpulan dan call to action, format H2

Secara SEO, ini memang kurang penting. Tapi adanya format H2 sebagai penutup artikel mempermudah pembaca menemukan kesimpulan. Boleh menerapkan kata kunci, boleh tidak. Lalu kesimpulan ditulis dalam satu paragraf memuat main keyword atau suggest keyword.

Satu paragraf penutup adalah call to action. Usahakan merujuk (link) ke artikel lain jika ajakannya membaca artikel, internal (in-link) atau external (out-link).

Baca >  Bunyi Merdeka, Sejarah Lagu Indonesia Raya [E-Book Download]

Rasio link building, in-link : out-link = 1 : 2

Jika kita merujuk ke website lain, usahakan artikel Anda merujuk artikel lain dalam website ini. Merujuk ke artikel lain biasnya berhubungan dengan call to action seperti membeli, register, dll.

Atau kita merujuk situs tertentu karena materi websitenya kita gunakan dan pemiliknya minta diberi link rujukan.

Panjang artikel sekitar 400 – 700 kata

Lebih banyak lebih baik tergantung tujuannya. Artikel ini lebih dari 700 kata, karena dibuat untuk menjelaskan secara detail. SEO sebagaimana disarankan oleh Yoast.org, panjang artikel minilal 300 kata. Level SEO bagus minimal 500 kata. Tapi kenyataanya, main di artikel di sepanjang itu kurang membuat pembaca nyaman.

Terutama untuk Anda yang bekerja sebagai content writer, 300 kata hanya disi kalimat basa-basi tentu itu merugikan pembeli artikel. Saya sering menolak artikel hasil beli karena dibuat asal-asalan. Tidak mungkin menjadi artikel yang disukai pembaca dan mesin pencari.

Keyword density: 0,5% – 1%, maksimal 2,5%

Ini sebenarnya bagian dari optimasi SEO. Selama mengetik, jangan dipusingkan dulu. Nanti setelah artikel selesai, cobalah lakukan proses editing dan perhatikan keyword desnity.

Keyword density adalah indeks kemunculan keyword utama tanpa disisipi keyword lain. Keyword density dibutuhkan untuk kesukaan search engine. Mungkin saja, suatu saat berubah sesuai perkembangan algoritma mesin pencari.

Masukkan artikel ke KATEGORI yang tersedia

Sebaiknya artikel ditulis untuk satu kategori saja. Itu menandakan bahwa pembahasan dalam artikel kita lebih fokus. Kalau pun dalam artikel ditemukan banyak topik, gunakan TAG untuk mengelompokkan dalam pencarian.

Website yang baik, biasanya, sudah diatur kanal-kanalnya sesuai keinginan pengelola untuk memudahkan pembaca dan mesin pencari.

Tandai dengan TAG sesuai topik pilihan

Bisa saja membahas tentang ‘wisata murah ke luar negeri’, ternyata ada pembahasan tentang ‘tiket pesawat murah’, kita bisa menerapkan beberapa TAG. Kalau bisa, tag juga merupakan keyword yang banyak dicari.

Baca >  Dangdut Jawa Meriahkan Pawai Budaya Nusantara di Arena Rainas 2017

Begitulah penggunaan TAG agar artikel disukai pembaca dan mesin pencari.

Lengkapi artikel dengan gambar

Gambar bukan hiasan artikel. Lebih jauh dari itu bermanfaat untuk meningkatkan minat dan kenyamanan membaca. Terapkan judul yang mengandung kata kunci dan terapkan juga ke Alt-Text sebagai pendukung keyword untuk optimasi gambar dalam artikel.

Hapus metadata gambar sebelum diunggah, tapi tetap beri kredit pada gambar-gambar milik pihak lain. Khusus Featured Image (thumbnail) sesuaikan ukuran dan rasio yang ditetapkan oleh admin. Situs ini menggunakan ukuran gambar 900 x 540 px untuk featured image.

Readability dulu sebelum SEO

Readability adalah tingkat kenyamanan membaca. Itu dirasakan oleh pembaca (manusia). Sedangkan SEO tingkat kenyaman pembacaan mesin pencari. Dua-duanya harus diterapkan untuk menghasil artikel yang disukai pembaca dan mesin pencari.

Pelajari cara riset dan menggunakan keyword dan cara membuat judul yang menarik. Keduanya sangat penting untuk menghasilkan artikel berkualitas. Yang lebih penting lagi, perbanyak membaca artikel orang lain.

To Top