
Name: Udex A Mundzir
Posts by Udex A Mundzir:
Securing Houses with Camera
January 3rd, 2012
video-surveillance
Big house and fancy, that’s the dream of most people. I also had the same dream as you, have a big fancy house. Luxury homes or modest houses would have been nice if we could live in it with feeling comfortable and not afraid to be unsafe.
The camera is one technology that can help us to monitor the security around the house. The camera can work while we sleep and rest emotion. Computers can record events as long as we do not see it. Computers can be a support that allows the recording process becomes easier.
One of the latest is video surveillance. It is the monitoring of the behavior, activities, or other changing information, usually of people for the purpose of influencing, managing, directing, or protecting. Surveillance is therefore an ambiguous practice, sometimes creating positive effects, at other times negative. It is sometimes done in a surreptitious manner. It most usually refers to observation of individuals or groups by government organizations, but disease surveillance, for example, is monitoring the progress of a disease in a community.
Make sure your home is equipped with a camera that monitors the threat of crime that would interfere with our family.
Kenangan Hari Terakhir Bersama Ibuku
December 22nd, 2011
Doa untuk Kedua Orangtua
Pagi-pagi, semua ngomongin ibu. Jadi ingat waktu bersama ibuku15 tahun yang lalu. Aku mau berangkat berkemah dan tidak punya uang.
Beliau berpesan begini, “Kalau kamu takut lapar bacalah doa ini: Rabbana anzil ‘alainaa maaidatan minas samaai takuunu lanaa ‘iedal liawaalinaa wa aakhirinaa wa ayatan minka warzuqnaw wa anta khairur raaziqiin.”
Aku berangkat ke perkemahan tidak punya uang saku. Ibuku juga tidak memberikan uang karena memang tidak punya uang lebih. Aku menemui teman-temanku nebeng mobil bak pengangkut pasir hingga hampir dekat ke lokasi perkemahan.
Doa itu aku baca setiap jam makan di perkemahan. Subhanalloh, saya tidak kelaparan dan selalu ada makanan, sama saja seperti peserta lainnya yang membawa cukup uang.
Bahkan di malam terakhir kami bisa bersenang-senang menikmati asyiknya suasana kemah pramuka setelah pesta unggy. Kami berpesta dan bisa menikmati pecel lele. Teman-teman udunan untuk membeli beras dan ikan lele. Pokoknya meriah dan menyenangkan.
Keesokan harinya, salah seorang saudaraku menjemputku pulang dan langsung menuju rumah kakek, kampung dimana ibuku dilahirkan. Ternyata tadi malam di saat yang sama, ibuku pergi untuk selama-lamanya. Di kampung kakek itulah aku masih sempat men-shalati dan menyaksikan ibuku di pembaringan.
Selamat hari Ibu..!! Doa yang kau tunjukkan benar-benar yang dahsyat dan jauh lebih besar dari uang yang pernah kau berikan. Terima kasih ibu.
Model Bisnis Sepakbola ala Arsenal
September 27th, 2011
Emirates Stadium: Pusat Bisnis Sepakbola Arsenal
Petinggi Arsenal meyakini bahwa saat ini memang waktu yang tepat untuk membicarakan prestasi Arsenal. Berikut ini penjelasan Kepala Eksekutif Arsenal Ivan Gazidis sebagaimana dirilis oleh BBCindonesia.com.
Klub London utara ini tidak meraih piala sejak 2005 dan penampilan sejauh ini di Liga Primer 2011/2012 adalah yang terburuk sejak 1958. Namun jajaran eksekutif Arsenal masih bisa menepuk dada karena kondisi keuangan klub tergolong sehat.
Menurut Gazidis, strategi bisnis klub berhasil mendatangkan penerimaan yang tidak sedikit dan pada saat yang sama tidak mendapati kesulitan sama sekali untuk memenuhi peraturan keuangan baru UEFA.
“Kami berhasil mandiri dari sisi keuangan. Semua yang kami capai, itu adalah hasil jerih payah kami sendiri. Kami bisa melakukannya berkat disiplin anggaran,” kata Gazidis.
Peraturan baru UEFA menyebutkan klub di Eropa dilarang mengeluarkan uang melebihi penerimaan. Di tataran praktis, tidak bisa lagi seorang pemilik yang super kaya mensubsidi klub dengan membeli pemain-pemain bintang sementara penerimaan klub tidak seberapa.
UEFA telah mengeluarkan acaman, klub yang melanggar aturan bisa dicoret dari kompetisi bergengsi seperti Liga Champions. Dari sisi ini, Arsenal boleh dikatakan sukses.
Pemain muda
Setahun lalu, klub mengumumkan keuntungan sebelum pajak sebesar US$86 juta. Rekor ini mungkin tidak akan bisa disamai tahun ini namun angka sementara untuk 2011 menunjukkan Arsenal setidaknya bisa meraih keuntungan US$14 juta.
Gazidis menyebut model bisnis Arsenal sebagai standar pengelolalan klub masa depan. Ia menyebut klub-klub lain yang terus-menerus berbelanja tanpa memperdulikan penerimaan sebagai masalah yang harus diatasi di dunia bisnis sepak bola.
“Banyak klub yang seperti itu dan ini jelas tidak bisa dipertahankan,” katanya.
Gazidis diangkat menjadi nakhoda Arsenal pada 2005, bertepatan dengan periode paceklik piala. Beberapa kalangan mengatakan kegagalan Arsenal meraih piala antara karena manajemen enggan mengeluarkan uang membeli pemain bintang. Gazidis mengatakan memang menjadi strategi untuk tidak membeli pemain dengan nama-nama besar.
“Kami tahu kami tak mungkin bisa bersaing dengan klub-klub lain yang memiliki banyak uang,” kata Gazidis.
“Kalau pun kami ikut-ikutan berburu pemain bintang, harga pemain akan terus naik. Jadi itu merugikan kami pada akhirnya,” papar Gazidis.
Ia mengatakan manajemen dan manajer sepakat untuk melanjutkan kebijakan membeli dan mengembangkan kemampuan pemain-pemain muda.
Uang Liga Champion
Di luar kebijakan pemain, manajemen kini makin serius menggarap merek Arsenal. Menurut Gazidis, merek Arsenal tidak kalah menjual dibandingkan merek lain seperti Manchester United, Liverpool, Real Madrid, dan Barcelona.
Ia menyebut lawatan ke Malaysia dan Cina beberapa bulan lalu yang ia katakan menuai sukses besar. Ini adalah lawatan Asia pertama Arsenal dalam kurun 10 tahun. Tadinya Arsenal juga ingin menggelar tur ke India namun masalah logistik membuat rencana ini gagal diwujudkan.
Kembali ke kinerja Arsenal di lapangan. Persaingan di papan atas Liga Primer makin berat. Liverpool sudah terlempar dari posisi empat besar dalam beberapa musim terakhir. Padahal posisi empat besar menjamin penghuninya berlaga di Liga Champions, kompetisi paling elit di dunia.
Selain bergengsi, uang dari kompetisi ini sangat besar. Bila Arsenal gagal masuk Liga Champions, itu berarti akan ada komponen pemasukan yang akan hilang dari pundi-pundi Arsenal. Namun, Gazidis sepertinya tidak terlalu khawatir dengan prospek kegagalan Arsenal masuk ke Liga Champions.
“Model bisnis kami telah mengantisipasi hal-hal semacam ini,” katanya.
Pentingnya Sadar Jurnalistik
September 4th, 2011
Jurnalistik kita (file: facebook.com)
Jamannya jurnalisme publik atau citizen journalism seperti sekarang harus dibarengi dengan kesadaran jurnalistik. Kesadaran ini menyangkut etika. Etika termasuk cara menyalahkan orang-orang yang tidak beretika.
Dua tahun silam, saya pernah mau dikeroyok sekumpulan preman –oknum- dari organisasi kepanduan negeri ini. Persoalannya, facebook! Ya, Facebook.com. Waktu itu, saya awalnya hanya memberitahukan bahwa komentar yang disampaikan oleh salah seorang member yang juga hangout di suatu posting kurang beretika. Saya sendiri terbiasa menyampaikan bahwa sesuatu yang kurang beretika itu kurang bagus disampaikan dalam media publik seperti di wall facebook.
Eh, tahunya dia marah dan mempengaruhi teman-temannya. Salah seorang mereka sangat bernafsu untuk memukul saya dan pada kesempatan suatu sore, dia membogem saya di depan belasan peserta didik organisasi kepanduan itu. Tadinya, saya mau lapor polisi. Tapi saya masih ingat citra organisasi itu, Pramuka tempat saya mengenyam pendidikan selama masa kanak dan remaja saya.
Sudahlah, saya lupakan masalah kekerasannya. Dan pelan-pelan saya mulai balik kanan dari organisasi itu. Bukan berhenti berpramuka. Pramuka tetap sekolah saya, jauh lebih penting daripada sekolah formal. Karena pramuka mengajarkan arti karakter diri dan kesadaran berbangsa. Tentu saja, Pramuka juga mengajarkan saya tentang jurnalistik dan arti keterbukaan.
Sadar jurnalistik bukan berarti harus berprofesi menjadi wartawan. Wartawan juga masih banyak yang belum sadar jurnalistik kok. Artinya, mereka juga masih banyak yang belum menyadari etika profesinya. Wartawan profesional akan mengatakan, “mereka adalah oknum”.
Sadar jurnalistik berarti memahami arti antara keterbukaan dan privasi orang lain. Memang sulit memisahkan antara fakta dan privasi. Di satu sisi, fakta yang tersangkut masalah publik atau kemanusiaan, perlu dipaparkan kepada masyarakat sebatas tidak mengganggu hak privasi seseorang. Dari sinilah mulai terjadi dilema jurnalistik. Contohnya, kasus diuploadnya foto mayat istri Saipul Jamil pada kecelakaan di tol Padalarang oleh bang Ilham Bintang, seorang bos infotainment.
Facebook dan Twitter nampaknya masih menjadi media paling populer di kalangan teman-teman saya. Belum ada kompetitor yang siknifikan di lingkaran pertemanan saya yang menyaingi popularitas kedua situs jejaring sosial itu.
Kita bisa upload apa saja, bisa komentar sesuka hati, bahkan kalau mau menghujat. Tapi, ada banyak orang lain di dinding-dinding facebook. Twitter pun sama, ada banyak orang lain di setiap akun yang disebut follower. Hanya kesadaran beretika yang membuat jurnalistik ini menarik. Semua pengguna jejaring sosial seharusnya sadar jurnalistik.
Apalagi yang kurang? Medianya sudah ada. Alat-alatnya sudah semakin mudah didapatkan dan semakin gampang digunakan. Tinggal miliki saja ponsel merek cina, itu sudah cukup. Kamera ponsel dan koneksi internetnya bisa digunakan untuk bergaul di facebook dan twitter.
Kuncinya sama seperti di luar internet, etika pergaulan juga penting diaplikasikan di publik facebook dan twitter. Ikutilah training-training jurnalistik agar kesadaran berbagi semakin tumbuh seiring terus berkembangnya situs-situs serupa. Semoga bermanfaat.
“Meriam Kampung” di Lereng Galunggung
September 3rd, 2011
Duaarrr... ledakan meriam cipeuteuy
Richard Abdulloh, anak saya, berhasil menyaksikan “meriam kampung” di Cipeuteuy tanpa larangan bundanya. Kami puas menyaksikan ledakan-ledakan keras dari mercon ala Lereng Galunggung ini.
Saya, Richard, Mang Harry, Yana, dan Kang Ade, berlima menyusuri Kampung Cipeuteuy. Kampung ini menghampar dengan teras siring tanaman padi di lereng Galunggung. Di tempat inilah kami mengambil beberapa gambar.
Kurang puas sih.. karena kabut-kabut sore mulai turun dan foto kurang mendapat warna yang memuaskan. Begitulah yang dibilang mentor fotografi kami, Mang Harry. Tadinya mau ambil panorama alam, hamparan sawah, dan redup sinar matahari di balik kabut. Maklum, saya masih pemula di fotografi.

Richard masih tutup telinga
Eh, ternyata ada meriam kampung sedang dijejerkan di sepetak sawah warga sedang siaga untuk diledakkan.
“Sudah tradisi,” kata Yana menjelaskan keberadaan mainan berbahaya itu.
Yana pun bercerita banyak tentang tradisi menjelang lebaran yang biasa dilakukan warga ini, termasuk di beberapa kampung sekitarnya. Dentuman mercon kayu itu memang setiap tahun sengaja dibuat oleh warga Cipeutey dalam memeriahkan lebaran. Adunyaring dengan kampung sebelahnya, Santanamekar.

Puluhan kayu berbentuk tabung panjang, "Meriam Kampung"
Puluhan belasan batang kayu berukuran sedang dan tiga batang ukuran sedang dibuat sedemikian rupa sehingga berbentuk tabung panjang. Bentuknya seperti meriam mengingatkan saya pada logo klub bola Arsenal.
Kami berlima datang dengan tiga kamera. Pertama tiba, kami disangka wartawan. Padahal, kami hanya fotografer kampung yang sedang ngabuburit melepas jenuh karena lebaran “diundur”.
“Duaarrrr………!!” begitulah dentuman meriam kampung itu membuat saya dan Richard, anak saya, kaget. Richard pun menutup telinga ketakutan dan mendekap saya.
Pertama kali ini, Richard yang usianya baru 4 tahun (pada 12 Ramadhan 1432), mendengarkan dari dekat dentuman meriam kampung. Ledakan itu seakan-akan melupakan bunyi kembang api yang selama bulan Ramadhan ia tonton sebelum taraweh.

Pulang deh.. Menuju TROOPER
Duarrr….!! Duaaarr….!! Bunyi ledakan itu berkali-kali dan Richard tidak lagi menutup telinganya.
Nampaknya dia senang menyaksikan mainan baru itu. Dia pun cerewet berceloteh, bercerita, yang menurutnya itu ledakan yang luaarr biasa…
Sore pun makin mendekatkan kami pada waktu berbuka di hari terakhir Ramadhan tahun ini. Kami bergegas menuju Trooper. Pulang deh..! Di dalam mobil, Richard bercerita ga bisa diam, masih menceritakan ledakan-ledakan meriam itu.
Setiba di rumah, Richard dimandiin oleh bundanya. Sambil mandi, si bolang ini masih cerita tentang api yang menyala dan bunyi ledakan meriam cipeuteuy.
Pengalaman Meraih Dollar Pertama dari Triond
August 10th, 2011
Paid to Write; Triond
Triond membayar tepat waktu. Setidaknya inilah pengalaman pertama saya menerima dollar dari situs associate content ini. Alhamdulillah, hari ini (Date: Aug 10, 2011 Time:16:11:54 GMT+07:00) triond.com membayar bonus saya. Sesuai janjinya, Triond akan membayar setiap tanggal 10 agustus, syarat & ketentuan berlaku.
Besarnya tidak perlu saya ungkapkan di sini. Bukan malu karena masih sedikit atau karena apa. Bagi saya, pamer penghasilan itu kok rasanya kurang etis ya?! Yang pasti saya telah menerima pembayaran dari triond ke rekening paypal saya.
Pengalaman ini membuat saya lebih semangat untuk menulis lebih banyak artikel. Selama sebulan ini, saya sudah mendapatkan refferal 3 (tiga) orang. Mudah-mudahan mereka dimudahkan dalam menulis artikel-artikel dan meraih dollarnya.
Berikut ini adalah proses yang saya kerjakan untuk menghasilkan beberapa tulisan:
Pertama, target 1000 (seribu) artikel. Bagi saya, target ini sulit. Tapi saya rasa target ini penting. Memang saya belum mencapai seribu artikel, tapi setidaknya saya telah memutuskannya. Itu artinya, saya harus menyediakan waktu untuk melakukannya. Hingga tulisan ini diposting, saya baru men-submit 132 artikel berbahasa Inggris.
Kedua, langsung saja – go ahead!! Prinsip ini membantu saya untuk tidak peduli pada kelemahan saya. Padahal saya tidak fasih berbicara dengan bahasa Inggris. Padahal saya tidak terlalu mengerti grammar. Saya sibuk, saya tidak terbiasa menulis artikel, dan masih banyak alasan lainnya. Tapi saat saya mau langsung menulis, ide-ide pun bermunculan dan terus mengalir. Tiba-tiba blank??! Buka saja www.google.com dan ketik kata-kata yang ingin kita pahami.
Ketiga, tidak fokus. Di masa-masa awal ini saya tidak berusaha fokus. Saya hanya berusaha menulis segala yang ingin saya tulis. Saya belum ingin terkenal dengan topik-topik khusus. Saya masih mau belajar apa saja dan tidak peduli tentang apa yang seharusnya menjadi konsentrasi saya. Ketika saya mau fokus ke dalam topik tertentu, saya merasa terbelenggu dan malah macet. Ide-ide pun tidak keluar, bosan, dan ngantuk.
Keempat, belajar etika menulis. Saya sudah terbiasa menulis, terbukti saya bisa berkirim pesan singkat berbentuk SMS. Hanya saja, menulis artikel untuk dipublikasikan secara umum membutuhkan etika. Simpelnya, saya baca saja artikel orang lain sebanyak yang saya mampu. Dari artikel yang saya baca, saya menemukan wawasan baru. Merangkai kata-kata juga menjadi kesulitan saya. Saya pun menulis ulang dengan copy-paste, tapi dengan etika. Saya sampaikan bahwa yang saya tulis ini dikutip dari sumber situs tertentu dan ditambah beberapa kalimat bergaya saya.
Kelima, Add friend sebanyak-banyaknya. Layaknya di jejaring sosial seperti facebook atau twitter, triond.com memberikan kesempatan kepada saya untuk bergaul dengan penulis-penulis lainnya. Bahkan saya diberi kesempatan untuk mengajak orang lain agar menulis di situs triond.com. Semakin banyak teman saya, kemungkinannya semakin banyak juga yang akan membaca dan mengevaluasi tulisan saya.
Kelima hal di atas bukan tips. Itu hanya pengalaman saya. Saya juga tidak bermaksud merayu Anda untuk bergabung menjadi penulis triond.com. Tapi, kalau mau bergabung, silakan saja. Kita akan belajar bersama-sama. Triond merupakan situs bisnis arttikel yang membayar kita tanpa harus ribet mengelola blog sendiri.
Tulis saja ide-ide Anda dalam bahasa Inggris. Kemudian triond.com akan memublikasikan artikel Anda di situs-situs jaringannya. Setiap tanggal 10 bulan berikutnya, Anda akan menerima dollarnya.
Mau Dollar tapi Tidak Mau Ribet Kelola Blog
July 24th, 2011
Trionder cilik
Banyak blogger baru yang mengeluh. Mereka ingin cepat meraih dollar. Blog dah punya, artikel sudah ada, dan iklan sudah dari mana-mana. Tapi pengunjung blog kok jarang ya?! Tulisan lumayan ada dan terus di-update secara teratur. Tapi kok blog saya sepi pengunjung ya?!
Itulah masalah-masalah yang sering ditanyakan kepada saya via email dan YM. Saya juga bingung mau menjawabnya.
Awal-awal, saya juga begitu. Waktu pertama saya baca artikel tentang peluang bisnis online, saya pun bergegas membuat blog dengan semangat empat-lima. Kemudian saya menulis beberapa artikel yang apa adanya. Waktu itu jangankan dibaca, pengunjung saja tidak ada.
Blog saya, tooyul.com yang sedang anda kunjungi ini, dipenuhi banyak iklan dari berbagai broker. Mulai dari GA, Bidvertiser, AdSpeedy, dan lainnya, pokoknya banyak, tapi tidak menghasilkan apa-apa. Akun GA saya pun mulai terisi beberapa sen dollar, tapi setelah itu Google mem-banned karena saya dianggap melakukan beberapa kecurangan. Teuing nu dianggap curang teh anu mana?
Memang ribet mengelola blog sendiri. Alhamdulillah, saya sudah terlanjur bisa karena mau melewati masa-masa ribet itu. Tapi saya terlambat menikmati dollar dari internet. Ga apa-apa! Yang penting sekarang saya sudah mulai menikmati dollar dari berbisnis di internet. Alhamdulillah.
Menulis saja, anda akan dibayar
Tidak punya blog atau tidak bisa membuat blog bukan alsan untuk tidak menulis. Pada dasarnya, perbedaan antara blogger dan writer sangat tipis. Blogger seringkali terjebak dengan keasyikan mengutak-atik blognya sehingga lupa menulis. Sebaliknya tidak sedikit penulis yang merasa tidak familiar mengelola blog.
Saya menulis untuk open mind, make journal, dan earn money. Ketiga misi ini saya lakukan bersama tooyul.com. Alhamdulillah, saya merasakan hasilnya. Beberapa dollar saya dapatkan dari tooyul.com dan efek keberadaan blog ini.
Namun bagi penulis yang tidak memiliki blog bukan berarti kesempatan membuat artikel dengan tujuan mendapatkan uang itu tertutup. Cobalah menjadi penulis di triond.com. Tulisan anda dihargai dan pengelola situs akan membayar Anda dari bagi hasil pendapatan iklan yang muncul pada tulisan Anda. Silakan baca: Triond, cara cerdas menghasilkan dollar.
Ga perlu repot mengelola blog sendiri
Blog saja tidak cukup. Anda harus menulis secara teratur dan tulisan anda dibaca orang lain. Anda harus membubuhkan iklan pada tulisan Anda. Itulah salah satu cara untuk mendapatkan uang. Dengan blog, anda juga bisa mengikuti program bisnis paid to review (PTR). Tapi anda membutuhkan blog atau situs berkualitas tinggi. Jika mau cepat, PR3 ke atas layak untuk mengikuti PTR yang terpercaya seperti Blogvertise, SponsoredReviews, dan sejenisnya.
Membangun blog berkualitas perlu waktu lama. Kalau tidak mau pake lama, Anda bisa membeli domain yang ber-pagerank kemudian anda bisa mengelolanya. Tapi kualitas itu baru di mata google belum tentu menurut search engine yang lain. Saya kira, bergabung menjadi penulis lepas di triond.com adalah solusinya.
Masalahnya, kita harus menulis artikel dalam bahasa Inggris. Bagi yang pintar bahasa Inggris mungkin tidak masalah. Tapi untuk orang yang English-nya pas-pasan seperti saya menulis artikel dalam bahasa Inggris adalah hal yang cukup sulit.
Solusinya begini. Saya menulis artikel dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar. Lalu, tulisan itu saya terhemahkan ke dalam bahasa Inggris dengan meminta bantuan translator google. Sudah deh.., tinggal diedit menjadi bahasa Inggris yang sesuai pelajaran SMP dulu. Mudah-mudahan bule bisa ngerti. Tenang aja, tidak semua bule mengerti bahasa Inggris seperti orang Amerika dan warga Inggris.
Ok. Segeralah meraih kesempatan yang cocok dengan kesenangan dan kemampuan Anda. Jangan menunggu terlalu pandai untuk memulainya.
Maaf, Saya masih target 1000 artikel di Triond
July 24th, 2011
Paid to Write; Triond
Mohon maaf nih..!! Beberapa hari ini saya tidak update blog tooyul.com. Bukan maksud hati melupakan petualangan tooyul. Cuma saya masih agak sibuk aja (cieh.. sibuk!??). Biasa.. masih cari duit dulu.
Target 1000 artikel bahasa Inggris
Sekarang, saya masih kejar setoran, target 1000 artikel di triond, cara cerdas meraup dollar. Alhamdulillah ada yang membimbing saya untuk membuat artikel bahasa Inggris. Tema artikel yang saya tulis masih sama seperti tema-tema di tooyul.com.
Dalam mengejar target ini, saya seperti sedang sekolah. Awal-awal ini, saya tidak peduli apakah tulisan saya dibaca atau tidak. Yang penting saya menulis dan dipublikasikan apa adanya. Kalau disuruh diedit dulu, ya saya edit saja.
Secara teori, menulis 1000 artikel tidak sulit. Saya hanya mempelajari serangkaian pelajaran “English for Netter” yang tidak sesulit pelajaran bahasa Inggris di SMP.
Praktiknya begini, saya menulis dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar menurut saya. Setelah itu, artikel diperiksa tata bahasa dan ejaannya. Bagian yang ini tidak sulit karena saya ga bodoh-bodoh amat dalam pelajaran bahasa Indonesia. Setelah tata bahasa Indonesia dan ejaannya baik dan benar, artikel itu diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris. Tentu saja software-nya ada dong.
Kini, artikel saya sudah berbahasa Inggris. Tapi urusan belum selesai karena bahasa mesin tidak familiar dengan bule. Bahasa Inggris yang dihasilkan oleh software penerjemah harus saya perbaiki. Inilah saatnya saya menerapkan ppelajaran “English for Netter”.
Tentang TRIOND
Oh ya, sedikit cerita tentang triond. Triond adalah situs associate content yang menghimpun para penulis dari seluruh dunia melalui situsnya, triond.com. Artikel-artikel yang di-submit oleh penulis akan dirilis ke blog atau situs berkualitas milik Triond. Para penulisnya disebut “trionder”. Anda juga boleh bergabung menjadi Trionder seperti saya.
Dalam bisnis online, Triond termasuk bisnis jangka panjang dan menjanjikan pendapatan pasif (passive income). Triond akan membayar para penulisnya dengan bagi hasil atas pendapatan iklan di situs-situs mereka. Selama artikel saya ada yang membaca, maka triond akan membayar saya.
Para penulis akan dibayar jika artikel yang mereka tulis dibaca oleh orang lain. Triond juga memungkinkan kombinasi penghasilan dari akun Google AdSense (GA) anda. Ini solusi bagi Anda yang berminat menulis artikel tapi tidak mau ribet mengelola blog sendiri. Bersama triond.com anda bisa fokus pada profesi Anda, sebagai penulis.
Belum ada kiat-kiat
Saya belum bisa berbagi tentang kiat-kiat sukses menjadi trionder. Bukannya pelit, tapi kayaknya kurang etis deh. Masak sih udah bagi-bagi tips sukses, sementara saya belum apa-apa. Beberapa dollar sih udah dapat, tapi kan belum seberapa. Dan saya belum “tergoda” untuk segera mengajak banyak orang lain menjadi Trionder juga.
Saya ingin membuktikan dulu program ini dengan versi saya dan bimbingan orang-orang yang sudah sukses bersama triond. Mentor-mentor saya adalah mereka penulis profesional yang tidak suka memamerkan penghasilannya di internet. Banyak penulis yang suka menampilkan screenshot bukti pembayaran, tapi saya tidak tergoda dengan itu.
Justru saya lebih respek kepada para trionder yang tulisannya bagus dan berbagi secara tulus. Kalau saya yang kurang senang membaca saja masih mau membaca tulisan mereka, apalagi orang-orang yang memang gemar membaca??
Saya belum berniat mengajak anda sekarang. Tapi kalau Anda ingin bergabung saat ini, ya silakan! Tapi saya belum bisa berbagi kiat-kiatnya sekarang. Jangan khawatir, masih banyak trionder Indonesia lainnya yang sudah sukses dan mendapat ribuan dollar. Anda bisa googling.
Kalau mau belajar bareng, Add saya di Facebook juga boleh.. kita bisa diskusi panjang lebar di sana.
Sariawan sembuh, jadi bisa makan enak
July 15th, 2011
Sate ayam enak..
Akhirnya sariawan sembuh juga! Makan tahu tempe pun terasa enak, apalagi makan sate madura. Huwih.. pedasnya!!!
Makan bisa enak disadari setelah sariawan. Penyakit yang satu ini pasti dialami oleh setiap orang. Telat makan buah saja, benih sariawan mulai muncul. Musim pergantian musim saja, penyakit panas dalam dan bibir pecah-pecah kambuh lagi.
Rasa enak sering kali kita sadari setelah rasa tidak enak mendera. Maka pantasnya bersyukur sebelum penyakit itu datang. Apa pun bisa kita jadikan kesempatan untuk bersyukur. Dan kabar baiknya, jika kita bersyukur maka Alloh akan menambahnya dengan kenikmatan yang lebih banyak.
Sariawan tidak kambuh bisa kita jadikan kesempatan bersyukur. Tidak flu, tidal batuk, tidak diare dan tidak sedang sakit bisa kita jadikan kesempatan bersyukur. Kita tidak selayaknya menunggu mendapatkan sejumlah uang untuk bersyukur.
Bayangkan kalau kita sariawan, kan pasti sakit dan ingin beli obat sariawan. Sakit batuk yang sulit tidur pasti mengingatkan kita pada iklan obat batuk yang kita tonton di TV. Sakit flu juga demikian, anda pasti ingin cepat sembuh. Bersyukur juga kalau Anda masih diberi kesabaran. Itu anugerah yang tinggi dan akan membawa Anda ke pintu nikmat lainnya.
Bayangkan kalau kita flu dan tidak sabar. Maunya mengeluh saja dan diperhatiin. Kalau keluhannya tidak ada yang memperhatikan, tambah marah, dan manyun saja. Istri di sebelah jadi geuleuh, anak pun takut karen bapaknya marah-marah. Akhirnya, hari-hari dengan penyakit flu menjadi hari-hari yang berantakan dalam keluarga.
Saya juga sedang belajar bersabar dan berusaha bersyukur. Tentu butuh kesadaran untuk terus bersyukur. Ajaran tentang doa-doa di pagi hari, mau ke kamar mandi, mau makan, mau pergi, ternyata banyak manfaatnya untuk menyadarkan kita. Berdoa juga berarti bersyukur asal kita menyadarinya, kepada siapa kita meminta.
Mari bersyukur, selagi sariawan tidak di mulut kita. Bagi yang sedang sariawan semoga lekas sembuh dan merasakan makanan enak, nikmat dari Alloh. Alhamdilillah..
Triond, cara cerdas menghasilkan dollar
July 12th, 2011
Paid to Write; Triond
Ini salah satu cara bisnis inovatif yang layak kita kerjakan. Kita akan mendapatkan passive income dengan cara-cara yang efektif.
Triond adalah jenis bisnis Paid to Write, dibayar karena menulis artikel di situsnya. Jenis bisnis ini merupakan solusi bagi Anda yang gemar menulis tapi kurang suka mengelola blog atau website.
Gambarannya begini, kita menulis kemudian dipublikasikan melalui situs triond.com ke website-website berkualitas. Jika ada yang membaca artikel kita, maka dollar disediakan oleh pengelola situs Triond.com. Bagi saya, inilah cara yang lebih cerdas dalam berbisnis ‘artikel’ di internet.
Mirip seperti menulis buku
Menulis buku kemudian diterbitkan oleh perusahaan penerbit. Setelah itu Anda akan panen royalti dari penjualan buku. Serangkaian promosi pun dilakukan untuk memperkenalkan diri Anda sebagai penulis. Jika buku terjual, anda akan menerima royalti.
Menulis artikel yang dipublikasikan melalui Triond juga seperti itu. Bedanya, buku harus terjual agar Anda menerima royalti. Artikel Anda hanya perlu dibaca (dikunjungi) kemudian anda menerima beberapa dollar. Kedengarannya mudah tapi Anda harus melakukan sesuatu untuk benar-benar mewujudkannya.
Tidak perlu Blog atau website
Biasanya, kita harus memiliki sebuah blog atau website agar bisa ikut meraup dollar dari internet. Ada juga beberapa yang tidak membutuhkannya. Salah satunya dengan berbisnis Triond. Saya katakan ini bisnis karena berpeluang untuk mendapatkan passive income. Bagi Anda yang memiliki blog, tentu suatu keuntungan bagi Anda. Triond bisa dijadikan mitra untuk membuat blog Anda lebih berkualitas.
Tanpa blog Anda juga bisa meraih manisnya dollar di internet. Caranya, tulislah artikel yang menarik. Urusan publikasinya serahkan saja pada Triond.com. Ya, Cuma gitu aja.
Sambil melatih Bahasa Inggris
Sayangnya, kita harus menulis artikel dalam bahasa Inggris. Pasti sulit?! Nggak juga sebenarnya. Jaman sekarang apa sih yang sulit. Jika Anda kesulitan menulis artikel berbahasa Inggris, tulis saja dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar. Jangan menggunakan bahasa prokem atau alay alias bahasa gaul-nya anak muda jaman ayeuna.
Jika artikel dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar sudah Anda buat, langkah berikutnya menerjemahkan ke dalam bahasa Inggris. Gunakan saja translate.google.com.
Selesaikah? Belum! Hasil terjemahan mesin google tentu saja kurang human friendly alias sulit dipahami oleh bule. Anda harus memanfaatkan ilmu Bahasa Inggris hasil sekolah dulu. Kalau pun tidak, saya nanti akan berbagi tips tentang hal ini. Kalau saya lupa, ingatkan melalui komentar ya..!?
Itulah cara berbisnis dengan Triond.com. Semoga Anda bisa menangkap peluang ini untuk hari depan Anda.
Saya belum berniat mengajak Anda untuk menulis artikel dan menghasilkan uang dari Triond.com sekarang, karena saya belum membuktikan hasilnya. Tapi kalau Anda mau daftar sekarang, ya silakan daftar saja (klik DISINI). Kita akan belajar bersama-sama.


