Ramadhan Kareem

Momentum Tahunan Berbisnis di Bulan Ramadan, Peluang Usaha yang Bagus

takjil untuk buka puasa, jualan di bulan ramadan

Bayangkan seandainya bisnis Anda besar nanti dan melibatkan banyak orang, lalu mereka bersedekah dan menafkahi keluarganya.

by: MasFrandy.com

Berbisnis di bulan ramadan peluang usaha yang bagus. Momentum tahunan yang layak Anda manfaatkan untuk merintis usaha baru, memulai lagi usaha yang pernah terhenti, atau memperkuat bisnis yang ada dengan nilai-nilai ‘mendekatkan diri’ Anda dan tim Anda kepada Alloh.

Berbisnis itu berisiko. Tapi masalah bukan pada risikonya, karena risiko bisa dikelola. Bayangkan seandainya bisnis Anda besar dan melibatkan banyak orang. Lalu orang-orang yang terlibat dalam bisnis Anda itu menafkahi keluarganya atau bersedekah, insya Alloh itu bagian dari amal jariyah Anda.

Jangan sekadar belajar kecil-kecilan

Kurang, kalau hanya berniat bisnis kecil-kecilan di bulan ramadan, yang penting bisa dapat uang tambahan. Sayang sekali kalau Anda hanya berniat bisnis kecil-kecilan.

Berinatlah untuk berbisnis yang benar. Serius, dan tetapkan harapan agar bisnis Anda berlanjut juga nanti setelah bulan Ramadan kelar.

Silaturahim, bangun jaringan suplier

Carilah banyak teman, bangun hubungan lagi dengan kenalan-kenalan Anda yang lama hilang kontak. Memang tidak semua dari mereka bisa diajak bisnis. Tapi syariatnya, bangun silaturahim maka pintu-pintu rizki Anda akan dibuka oleh Alloh Swt.

Mungkin saja teman Anda punya kenalan suplier produk berkualitas dan harga lebih murah. Bisa saja, Anda punya kenalan dari sebuah kegiatan seminar bisnis atau teman dekatnya teman sekolah yang punya usaha.

Coba keluar dari rumah. Jangan ragu untuk datang ke masjid-masjid yang agak jauh dari rumah. Mampir sebentar dan shalat berjamaah di sana, lalu mulai berani mengobrol dan berkenalan. Tidak perlu banyak membicarakan bisnis. Kenal saja, Alloh akan berikan Rahmat pada silaturahim yang Anda bangun.

Niatkan kegiatan bisnis untuk ibadah

Niat bisnis kok untuk ibadah? Kenapa tidak?! Berbisnis itu menyita banyak waktu, tenaga, pikiran dan uang. Sayang kalau sekadar diniatkan ingin kaya tanpa tujuan ibadah.

Berbisnis sering kali dianalogikan dengan berdagang, meski sebenarnya tidak sama. Bisnis jauh lebih canggih dari pada perdagangan biasa.

Tapi simulasinya sama saja antara bisnis dan dagang. Berjualan saja bukan bisnis. Bisnis mencakup semuanya. Mulai mencari suplier dan menjaga hungungan baik adalah bagian dari bisnis.

Bisnis menyangkut cara bertransaksi dan menentukan metode pembayaran yang disepakati. Bisnis juga melingkupi cara mengelola keuangan dan emosi.

Bisnis juga mengenai cara menemukan pembeli sampai menjadi pelanggan. Ingat! Menemukan pembeli sampai menjadi pelanggan. Itu baru namanya bisnis. Dan yang tidak kalah pentingnya, kelak Anda harus membentuk tim bisnis yang bisa membuat usaha Anda bergerak tanpa Anda.

Rangkaian kegiatan dan target-target itu disatukan, dilakukan dengan niat yang kuat sebagai kegiatan bisnis. Keuntungan bisnis untuk siapa? Tanggung kan kalau berbisnis hanya untuk menjadi kaya. Berniatlah berbisnis untuk ibadah karena Alloh.

Mulai bisnis dengan modal kecil

Tapi jangan bermaksud sekadar berbisnis kecil-kecilan. Memulai bisnis dengan modal kecil, artinya Anda harus memulai bisnis sesuai kemampuan modal Anda dan risiko-risiko yang akan dihadapi.

Meski Anda punya modal 10 juta rupiah jika bisnis Anda hanya membutuhkan modal 1 juta rupiah. Optimalkan modal 1 juta rupiah saja untuk memulai bisnis. Pelajari cara-cara menghitung tingkat risiko bisnis dan cara mengantisipasinya.

Modal kecil-besar itu relatif. Ukurannya bukan kekayaan Anda di rekening tabungan. Yang harus menjadi acuan adalah bisnis apa, untung kira-kira berapa, dan risiko termasuk kerugiannya bagaimana.

Prinsip ekonomi dasar berlaku, dengan modal sekecil-kecilnya bertujuan untung sebesar-besarnya. Prinsip ini harus diterapkan dalam berbisnis. Menjadi keliru, jika prinsip ini menjadikan Anda pelit. Karena dalam kehidupan sehari-hari ada anjuran nafkah dan sedekah dengan prinsip yang berbeda.

Fokus meraih manfaat dan keuntungan

Jangan berbisnis yang tidak bermanfaat, apalagi bisnisnya di bulan ramadan. Manfaat yang harus kita dapatkan adalah manfaat untuk kehidupan sehari-hari, mempermudah untuk beribadah, dan semakin mendekatkan diri kepada Alloh.

Keuntungan tidak selalu masalah finansial, meski seharusnya keuntungan terkait dengan bertambahnya uang. Secara finansial, bisnis untung jika pemasukan lebih besar daripada pengeluaran.

Bisnis Anda juga untung jika Anda mendapat manfaat bisnis, teman bertambah, dan berkesempatan belajar.

Percuma Anda mendapatkan uang kalau pelanggan berkurang karena pelayanan Anda tidak memuaskan.

Percuma untung uang jika Anda menjadi tinggi hati dan tidak belajar, merasa bisnis Anda paling hebat.

Berbisnis di bulan puasa jangan hanya bertujuan untuk belajar usaha kecil kecilan. Niatlah serius berbisnis. Momentum tahunan bulan ramadan penuh berkah, semoga bisnis yang Anda lakukan pun diawali dengan berkah-berkah bulan Ramadan.

Berniatlah bisnis untuk beribadah, fokus meraih manfaat dan keuntungannya. Gunakan modal secukupnya, dan tumbuhlah bersama pertambahan modal yang Anda kelola.

Blog pribadi Udex Mundzir, catatan pribadi sebagai wiraswarta yang hidup di kampung.

Berbagi informasi peluang bisnis di internet, penulisan, dan belajar Bahasa Indonesia sehari-hari.

Copyright © 2017 Tooyul, inc Themetf

To Top