Kamis, 23 Februari 2012

Cara Mendirikan Klub Sepakbola

Dutch East Indies 1938: Pemain timnas Hindia Belanda yang berlaga di Worldcup 1938 (sekarang Indonesia)

Mendirikan Klub sepakbola di Indonesia ternyata gampang-gampang susah. Gampangya karena aturannya sudah ada yang terhimpun dalam Pedoman Dasar Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Susahnya kaena masih banyak pengurus cabang yang belum mengerti tentang aturan-aturan PSSI. Lebih sulit lagi, karena selain tidak mengerti beberapa pengurus cabang PSSI di berbagai daerah merasa paling berkuasa dan paling menentukan terhadap munculnya suatu klub sepakbola.

Memang benar, pengurus cabang PSSI adalah jajaran paling depan dalam pembinaan sepakbola di Indonesia. Tapi itu dulu. Sekarang, sekolah sepakbola (SSB) lebih mendominasi kegiatan pembinaan itu secara praktis. Alhasil, PSSI hanya perlu membina SSB untuk maju dan berkolrelasi dengan kebutuhan pemain oleh klub. Percuma SSB banyak jika ditunjang dengan banyaknya klup yang bertugas mengelola pemain ke kancah profesional. Oleh karena itu, sudah bukan waktunya lagi elemen PSSI mempersulit berdirinya klub. Klub akan lebih meramaikan kompetisi dan menggulirkan ekonomi masyarakat. Berikut ini cara mendirikan klub sepakbola anggota PSSI.

Persyaratan Klub Sepakbola:
Sayarat suatu klub sepakbola tertera pada Pedoman Dasar PSSI pasal 5 tentang Syarat-Syarat keanggotaan yang isinya sebagai berikut:

  1. Menyetujui dasar, asaz, dan tujuan PSSI. Ketiga hal tersebut bisa dibaca langsung di Pedoman Dasar yang dijadikan referensi tulisan ini.
  2. Mempunyai badan hukum dan pedoman dasar yang tidak bertentangan dengan PSSI. Badan hukum yang lazim saat ini berupa perseroan terbatas dan yayasan. Kedua bentuk badan hukum ini telah digunakan oleh klub-klub besar yang saat ini berlaga di Liga Super Indonesia.
  3. Berkedudukan dan berkantor di kabupaten/kota tempat domisilinya. Tempat kedudukan ini juga dicantumkan dalam pedoman dasar atau anggaran dasar saat menghadap notaris. Sementara domisili kantor dibuktikan dengan surat keterangan doisili oleh kepala desa atau kelurahan setempat.
  4. Memiliki pelatih dan wasit. Pelatih sepakbola merupakan individu terlatih berlisensi PSSI dan afiliasinya seperti AFC, AFC, dan FIFA. Begitu juga dengan wasit. Kedua perangkat ini dibutuhkan oleh sepakbola dan ada sistem pendidikan yang disediakan oleh PSSI.
  5. Memiliki atau mendapatkan ijin meneggunakan dari pemilik atau pengelola stadion atau lapangan sepakbola yang memenuhi syarat.
  6. Mengajukan permohonan untuk menjadi calon anggota kepada Pengurus Cabang untuk mendapatkan rekomendasi Pengurus Daerah dan disetujui oleh Pengurus Pusat PSSI. Surat permohonan diajukan ke Pengurus Cabang PSSI dilampiri berkas pedaftaran yang berisi dokumen syarat 1-5 (Pernyataan setuju terhadap dasar, asaz, dan tujuan PSSI; Akte pendirian dan badan hukum; Surat keterangan domisili kantor; fotocopy sertifikat lisensi pelatih, fotocopy sertifikat lisensi wasit; dan Surat keterangan kepemilikan stadion atau surat pernyataan ijin penggunaan lapangan atau stadion).
  7. Untuk menjadi anggota, calon anggota harus memenuhi kewajiban seperti yang disyaratkan pada ayat 1 sampai dengan 6, dapat disahkan dan ditetapkan oleh Pengurus Pusat PSSI.

Dalam 7 persayaratan di atas tidak dicantumkan adanya keharusan memiliki pemain. Tapi di beberapa pengcab harus melampirkan daftar pemain (aneh tapi nyata sih..). Ikuti saja lah daripada harus nyogok.

Prosedur Pendirian Klub Sepakbola

Setelah syarat 1-5 ada semua, tibalah saatnya mengikuti prosedur (syarat 6-7). Jadi prosedurnya lakukan langkah syarat 6 dan 7. Di sinilah dinamika organisasi sepakbola dimulai. Anda yang berniat mendirikan klub bola harus “bermain”. Karena meski aturan-aturan PSSI sudah jelas tapi manuasinya yang berbeda.

Di syarat nomor 6, kita wajib mengajukan permohonan ke Pengcab PSSI yang adanya di kota/kabupaten untuk menjadi calon anggota PSSI. Setelah itu Anda (pasti bersama-sama orang pengcab) menemui Pengurus Daerah (Pengda) PSSI untuk mendapatkan rekomendasi agar disahkan oleh Pengurus Pusat PSSI. Dinamika memohon, direkomendasi, hingga disahkan, tentu saja tidak gratis. Bahkan lebih dari sekadar ongkos transportasi, makan di jalan, atau sedakar fotocopy berkas.

Syarat sudah jelas, prosedur pun sudah jelas. Namun “dinamika” sepakbola yang membuat kita harus membayar mahal karena lobi-lobi yang terpaksa kolusi.

Sumber: http://id.shvoong.com/lifestyle/sports-and-recreation/2177701-cara-mendirikan-klub-sepakbola/#ixzz1QAeorzqQ

Kategori Arsip: Jejak Tooyul

facebook comments:

Terima kasih atas tanggapan Anda. Semoga sama-sama bisa mengambil hikmahnya..

Tinggalkan komentar