Bisnis Online

9 Kesalahan yang Paling Sering Dilakukan Pelaku Bisnis Dropship Pemula

slow respon customer service

Membuat pelanggan menunggu terlalu lama adalah kesalahan fatal. Membuatnya menungu sama halnya memberi kesempatan kepada pesaing untuk menjawab pertaanyaannya dengan lebih cepat.

by: Now Legacy

Memulai bisnis online dengan berjualan, Anda akan  melewati berbagai kesahalahan dropship pemula. Bisnis  dropship banyak melahirkan orang-orang kaya baru, sehingga banyak yang terburu-buru dalam memulainya.

Sebagian orang ada yang ingin buru-buru kaya sampai mudah percaya informasi instan yang beredar di internet.

Kesalahan-kesalahan dropship pemula

Inilah beberapa kesalahan dropshipper pemula. Daftar kesalahan ini sering dilakukan dan membuat bisnis dropship yang dimulainya terhenti menjadi kegagalan.

Kesalahan #1 – Mengira dengan dropship akan cepat kaya

Sebenarnya perkiraan itu benar. Tapi karena tidak melakukan pekerjaannya sebagai pelaku bisnis dropship maka perkiraan itu meleset. Akhirnya, dia cuma menghayal seakan-akan telah melakukan pekerjaannya sebagai pebisnis dropship.

Telah banyak orang yang berhasil melakukan bisnis dropship. Model bisnis ini cocok untuk pemula. Tapi dia yang serius melakukannya yang akan meraih kekayaan.

Kesalahan #2 – Tidak melakukan riset pasar

Akhirnya termakan iklan penjual lain. Tidak melakukan riset adalah kesalahan fatal yang akan membuat kegiatan bisnis Anda kurang tertuju pada produk yang dibutuhkan pasar.

Pentingnya riset pasar, jangan berdasarkan insting semata dalam menetukan produk apa yang akan dijual. Anda harus benar-benar memahami pasar untuk menjual produk apa yang benar-benar akan laku dijual.

Kesalahan #3 – Terlalu banyak produk yang dijual

Fokus dulu menjual satu atau dua dan tiga produk. Latihan untuk mengetahui lebih jauh pasar toko online Anda.

Teorinya, semakin banyak produk yang dijual maka akan semakin banyak peluang produk yang terjual. Tapi itu kan teori saja.

Bisnis dropship itu bisnis menjual produk. Sesekali Anda akan ditanya oleh konsumen tentang produk yang Anda jual. Mereka bukan hanya bertanya tentang harga, tapi mereka kan melakukan konfirmasi tentang kualitas produk yang Anda tawarkan.

Baca >  Cara Menemukan Supplier Produk Dropship yang Bisa Diandalkan

Jika Anda tidak bisa menjawab dengan baik, bisa dipastikan tidak akan terjadi pembelian. Akhirnya calon pembeli hanya tanya-tanya lalu pergi.

Kesalahan #4 – Salah memilih supplier produk

Pilih supplier dengan melakukan riset terlebih dahulu. Amati reputasi, kecepatan respon, testimoni pelanggan terutama dari dropshipper lain.

Anda harus memilih supplier yang handal dan bisa diandalkan. Supplier dropship yang handal memiliki banyak produk berkualitas dengan gambar-gambar produk yang baik, kebijakan harga yang menguntungkan, punya banyak pilihan kurir dan rekening untuk pembayaran.

Supplier harus bisa diandalkan dengan kecepatan merespon order Anda. Supplier dropship yang bisa diandalkan bisa mengirim produk ke alamat pembeli atas nama Anda.

Dia cepat dalam merespon komplain. Pastinya, dia harus memiliki kebijakan pengembalian barang jika memang terjadi kesalahan. Ini harus diperhatikan untuk mengatasi kesalahan dropship pemula.

Kesalahan #5 – Tidak melakukan promosi yang benar

Melakukan promosi asal-asalan adalah kesalahan paling sering dilakukan dropshipper pemula. Selain kualitas produk dan kehandalan supplier, cara Anda melakukan promosi juga menjadi kunci penting dalam suksesnya meraih pembeli.

Inginnya selalu promosi yang gratisan. Coba berani bermodal. Kalaupun tidak mau bermodal awal, sisihkan keuntungan penjualan untuk membeli jasa iklan.

Bermodal untuk iklan saja tidak cukup. Dalam iklan, Anda harus melakukan promosi yang baik dan benar, tertarget menyasar pasar potensial.

Baca >  Tips Melayani Konsumen Toko Online, dari Tanya-tanya sampai Beli Produk

Kesalahan #6 – Slow respon, pelanggan menunggu

Membuat pelanggan menunggu terlalu lama adalah kesalahan fatal, kesalahan dropship pemula.

Membuatnya menunggu sama halnya memberi kesempatan kepada pesaing untuk menjawab pertaanyaannya dengan lebih cepat.

Makanya, sediakan jalur khusus agar tidak ada kendala slow respon. Usahakan Anda sebagai dropshipper bisa melayani 24 jam 7 hari tanpa henti. Itu risiko. Risiko itu akan mulai berkurang jika nanti pelan-pelan Anda berhasil dan melibatkan staf admin toko online.

Kesalahan #7 – Hanya memiliki satu rekening

Bayangkan Anda sebagai pembeli. Penjual nun jauh di sana menyodorkan nomor rekening bank yang berbeda dengan bank Anda. Berapa biaya lain-lain yang harus Anda tanggung? Ya.., ada biaya transfer antar bank dan biaya pengiriman barang itu sudah pasti.

Konsumen Anda pun akan merasa dirugikan dengan situasi itu, ini biasa terjadi dalam kesalahan dropship pemula. Kalau Anda memang berniat mau sukses, miliki beberapa rekening bank yang populer di kalangan para pembelanja online.

Kesalahan #8 – Mengira konsumen hanya membeli sekali

Layani pembeli seperti teman Anda. Mungkin mereka kurang puas dengan kualitas produknya, atau harga Anda terlalu mahal.

Tapi karena layanan Anda memuaskan, bisa jadi pembeli produk dropship Anda puas.

Mungkin dia puas karena supplier Anda memilih kurir yang cepat, atau mereka puas dengan sapaan Anda mengecek terlebih dahulu barangnya sampai atau belum. Lakukan layanan konsumen yang prima.

Kesalahan #9 – Terlalu sering iklan ke konsumen

Mungkin Anda sudah mendapatkan nomor Whatsapp atau BBM. Bahkan Anda dapat alamat email karena pembeli Anda melakukan registrasi di toko online Anda.

Baca >  7 Hal yang Harus Disiapkan Sebelum Memulai Bisnis Online Dropship

Tahan nafsu untuk terlalu sering beriklan. Jalin hubungan baik dengan penawaran non broadcast. Sapa pelanggan yang Anda kenal sebagai manusia. Sebut namanya, tanyakan kabarnya, tanyakan pemakaian produknya, lalu tawarkan sesuatu yang disukainya.

Kesalahan wajar yang sering terjadi

Kesalahan dropship pemula sebetulnya hal yang wajar saja terjadi. Sebagaimana dalam bisnis yang lain, kesalahan itu sering kali menjadi pelajaran berharga untuk mengembangkan bisnis lebih besar lagi.

Jangan berhenti belajar. Lakukan riset pasar dan temukan supplier yang bisa diandalkan. Fokus menjual produk yang Anda pahami, lakukan promosi yang tepat, dan respon cepat pertanyaan konsumen. Miliki beberapa rekening dari bank yang berbeda, jangan keseringan broadcast iklan di jalur obrolan pribadi.

To Top