Mana yang Benar

Penulisan yang Benar, Bahasa Indonesia: Ramadhan, Ramadlan, atau Ramadan?

ramadhan kareem

Beberapa orang mengaku bingung, penggunaan huruf pada nama bulan ke sembilan dalam perhitungan tahun hijriyah ini. Mana yang benar, Ramadan, Ramadhan, atau Ramadlan?

by: IslamPaper.com

Mana yang benar? Beberapa orang mengaku bingung dengan penggunaan huruf pada penulisan nama bulan ke sembilan dalam perhitungan tahun hijriyah ini. Mana yang benar, Ramadan, Ramadhan, atau Ramadlan?

Saya sering menemukan ada yang menulisnya Ramadan, Ramadlan atau Ramadhan. Memang ini cukup mengundang tanya. Saya mencoba mengecek di Kamus Besar Bahasa Indonesia, untungnya ada KBBI Online

Mari kita periksa di kbbi.web.id

Kalau melihat kosa kata dalam kamus besar bahasa Indonesia online (kbbi.web.id), di sana tidak ditemukan kata “Ramadlan” atau “Ramadhan”. Kosa kata yang ada dalam kbbi.web.id adalah “Ramadan”.

Jika kita ketik kata “ramadhan” dalam kotak pencarian lalu tekan enter, maka kita akan mendapatkan respon begini.

Maaf, tidak ditemukan kata yang dicari
Anda mencari kata ramadhan dalam huruf kapital RAMADHAN

Begitu juga jika kita ketik kata “ramadlan” dalam kotak pencarian lalu tekan enter, maka kita akan mendapatkan respon tidak ditemukan.

Maaf, tidak ditemukan kata yang dicari
Anda mencari kata ramadlan dalam huruf kapital RAMADLAN

Tapi pada saat memasukan kata “ramadan” tanpa ‘h’ atau ‘l’, ternyata database kbbi.web.id menemukannya.

Ramadan/Ra·ma·dan/ n bulan ke-9 tahun Hijriah (29 atau 30 hari), pada bulan ini orang Islam diwajibkan berpuasa.

Anda bisa membuktikannya sendiri, sila kunjungi http://kbbi/web.id.

Pengertian Ramadan menurut kbbi.web.id adalah bulan ke-9 tahun Hijriah (29 atau 30 hari), pada bulan ini orang Islam diwajibkan berpuasa.

Jadi, penulisan yang benar menurut kamus besar bahasa Indonesia adalah Ramadan, bukan Ramadlan atau Ramadhan.

Transliterasi Bahasa Arab ke Bahasa Indonesia

Transliterasi Arab ke dalam huruf latin menjadi kebutuhan bagi sebagian besar orang Indonesia. Mayoritas warga negara Indonesia adalah muslim yang sering melakukan interaksi dengan bahasa Arab.

Penulisan “Ramadhan” yang selama ini sering kita temukan ternyata merujuk pada transliterasi Bahasa Arab ke Bahasa Indonesia.

Sejak tahun 1987 Kementrian Agama dan dinas P dan K telah merumuskan kaidah-kaidah dasar transliterasi aksara Arab ke dalam ejaan bahasa Indonesia. Yakni Surat Keputusan Bersama Menteri Agama dan Menteri P dan K Nomor 158 tahun 1987 – Nomor: 0543 b/u/1987 menjadi pedomannya.

Untuk lebih memahaminya, Wikipedia telah mengulas surat keputusan bersama itu dengan bahasa yang lebih mudah dimengerti.

Penulisan kata ramadhan harus disadari, jika kita menulis dalam bahasa Indonesia maka tulislah “Bulan Ramadan”, sesuai kosa kata yang diberikan oleh kamus bahasa Indonesia.

Tapi kalau kita menulis dalam bahasa Arab yang dengan transliterasi ke latin Indonesia, maka tulislah dengan “Syahru Ramadhan”, (fokus pada h buan a yang harusnya panjang).

Blog pribadi Udex Mundzir, catatan pribadi sebagai wiraswarta yang hidup di kampung.

Berbagi informasi peluang bisnis di internet, penulisan, dan belajar Bahasa Indonesia sehari-hari.

Copyright © 2017 Tooyul, inc Themetf

To Top